Pada suatu hari, ada seorang wanita bernama Wida, ia tinggal di Jawa Timur dengan suaminya Budi, ia adalah seorang perawat dan sedang mengandung 7 bulan. suatu malam ia hendak pulang dari rumah sakit pada hari kamis malam jumat kliwon pukul 23:27, ia mengendarai motornya sampai sebuah kuburan. Di sana ia merasa sebuah hawa yang dingin, kuburan yang seharusnya hanya 200 meter serasa tidak berakhir “Aneh sekali malam ini” ujar Wida ketakutan.
Dia mencoba menghiraukan sekitarnya yang berkabut dan gelap, saat ia sedang melewati sebuah kolam di kuburan tersebut, ia mencium bau busuk yang datang dari arah belakang, ia mencoba untuk tidak menghiraukan bau busuk tersebut tetapi bau itu semakin lama semakin pekat. Seketika ia merasa ada yang meremas perutnya, ia merasa sangat takut, tangannya gemetar, mukanya pucat, jantungnya berdebar kencang.
Dia lebih mengencangkan motor tersebut tetapi semakin ia tancap gas, remasan itu semakin keras, ia mencoba meliahat ke belakang dengan kaca spion, dia sangat kaget ketika melihat sosok wanita berambut hitam, bertanduk, bertaring, bermulut lebar hingga telinga, dan bermata merah darah.
Sosok tersebut seolah melambai kepada Wida, wida pun sangat histeris dan berteriak sekeras kerasnya secara histeris, lama kelamaan kenggamannya dari stang motor pun melemah dan lepas, lalu ia terjatuh dari motor.
Saat ia terbangun, ia terheran heran ketika sadar ia sedang di kamarnya, ia bangun dari kasur dan berjalan menuju ruang makan, di sana terdapat suaminya Budi yang sedang makan seraya membaca buku. Wida pun menangis ke pundak Budi, Budi juga mencoba untuk menenangkan Wida, “Kenapa dek, tadi mas liat ade jatuh di jalan tak sadarkan diri, jadi mas bawa ade ke rumah pakai mobil” ujar Budi. Wida pun mencoba menceritakan semua yang terjadi tadi. Budi menyuruhnya untuk tidur bersamanya dan melupakan kejadian tersebut.
____________________________
Keesokan harinya, Wida pergi ke rumah sakit seperti biasa dan berkerja. Sepulangnya dari rumah sakit, Wida menaiki motor untuk pulang sendiri melalui kuburan lagi, tiba tiba suasana menjadi dingin, kuburan tak berakhir, dan Wida sampai ke kolam di kuburan itu dimana ia mencium bau busuk yang lebih menyengat dari sebelumnya dan merasakan cengkraman yang sangat kuat dan menyakitkan di perutnya, ia pun mencoba untuk tenang dan memberhentikan motor. Sesudah motor berhenti sempurna, Wida melihat ke belakang dan terkejut karena tidak ada siapa siapa dibelakangnya dia pun ketakutan dan pulang kerumahnya.
Sesampainya di rumah, dia langsung tidur tanpa berwudhu ataupun berdoa. Tibalah tengah malam, Wida terbangun dari tidurnya, ia ingin ke toilet, biasanya Wida meminta suaminya untuk menemani tetapi sekarang dia sedang malas, saat dia hendak bangun, terlihat di pojok kamar sebelah pintu ada sosok wanita yang berambut lebat, mukanya tidak terlihat karena gelap, tetapi tanduknya sangat terlihat, sosok itu tersenyum lebar memperlihatkan taringnya kepada Wida, wida mengeluarkan keringat dingin, karena ketakutan ia kembali tidur dan memeluk suaminya.
Hari hari berlalu, sosok tersebut tetap saja muncul, kadang sosok itu merayap di lantai, melambai lambai di jendela, bahkan suatu saat sosok itu merayap di langit langit dan meremas perut Wida yang saat itu sedang mengandung 9 bulan, Wida sudah sangat ketakutan dan trauma, ia pun datang ke rumah adik iparnya bernama Utsman yang merupakan seorang ustadz, ia menjelaskan kejadian kejadian paranormal yang terjadi kepada Utsman.
Utsman pun mendengarkan Wida dan menjelaskan kepadanya bahwa sosok tersebut adalah setan bernama Ummu Sibyan, ia sudah ada sejak zaman Nabi Sulaiman dan dia adalah penculik bayi yang baru lahir dan sering mengganggu ibu ibu hamil. Utsman menyuruh mereka untuk selalu menutup pintu dan jendela sebelum maghrib, membaca Al-Quran sebelum isya dan Utsman juga memberi sebuah tasbih agar mereka berdzikir setelah isya.
____________________________
Hari hari berlalu, Wida dan Budi selalu mengerjakan apa kata Utsman, mereka tidak ada gangguan lagi. setelah beberapa hari, bayi mereka lahir dan diberi nama Bayu. Suatu saat mereka lupa melakukan apa yang disuruh Utsman, Wida mendengar bayi mereka nangis dalam kamar, dan melihat sosok Ummu Sibyan yang ingin menculik bayi itu, Wida pun bergegas untuk membaca Al-Quran dan menutup jendela, akhirnya bayi itu tenang dan sosok Ummu Sibyan tidak pernah kembali lagi.
Author: Mohamad Hilal Nur Fawwaz (8A)